SEJARAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

MARI BELAJAR LISTRIK - Assalamu'alaikum, pengunjung dan pembaca yang budiman, pepatah mengatakan : " tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta "
Sebelum kita melangkah lebih jauh, maka sebaiknya kita kenal terlebih dahulu sejarah pembangkit tenaga listrik. Kapan dan di mana pembangkit tenaga listrik pertamakali dibangun serta di kenal masyarakat. Setelah kenal maka kita harus berusaha cinta terhadap ilmu pasti yang satu ini, agar dalam menghadapi semua masalah perlistrikan akan enjoy dibuatnya. Baiklah langsung saja  admin suguhkan secara singkat, sejarah mengenai perlistrikkan.

Betapa pentingnya listrik dalam kehidupan kita, sehingga sejak mulai ada atau dibangun nya  pembangkit listrik komersial, sampai saat ini para ahli terus belomba melakukan penelitian - penelitian di bidangnya. Namun terkadang dan bahkan sama sekali kita tidak mengetahui kapan dan di mana pembangkit listrik mulai ada. Di bawah ini admin  tuliskan sekelumit tentang sejarah beroperasinya pembangkit tenaga listrik di dunia dan di Indonesia khususnya, mudah - mudahan ada manfaat nya bagi kita semua, aamiin.

Pembangkit listrik komersial pertamakali dioperasikan di London pada bulan Januari tahun 1882, dan disusul pada bulan September di tahun yang sama New York City juga mengoperasikan PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK komersial, namun pada saat itu masih menggunakan arus searah (DC) tegangan rendah. Akan tetapi supply listrik dengan menggunakan arus searah tegangan rendah untuk kota - kota besar seperti London  dan New York pada masa itu sangat tidak mecukupi. Maka seorang Prancis yang bernama Lucien Gaulard dan John Gibbs seorang Inggeris pada tahun 1885 berhasil mengembangkan system pembangkitan dari arus searah atau  DC  ( Direct Current ) menjadi arus bolak - balik atau AC ( Alternating Current ). Pada awalnya penggunaan listrik diutamakan  hanya untuk keperluan penerangan rumah tangga, kini energi listrik sudah merupakan kebutuhan primer bagi landasan kehidupan manusia di zaman modern.

Menurut catatan sejarah, untuk pertamakali dibangunnya pembangkit listrik komersial di Indonesia adalah di Gambir-Jakarta dan disusul kota - kota besar lainnya seperti Medan tahun1899, Surakarta tahun 1902, Bandung tahun1906, Surabaya tahun 1912, dan Banjarmasin tahun1922. Dan semua pembangkit listrik ini umumnya menggunakan tenaga thermis.

Perkembangan listrik komersial di Indonesia dari waktu ke waktu semakin pesat, yang mulanya menggunakan tenaga thermis, kemudian dibangunlah  pembangkit - pembangkit listrik tenaga air, mengingat kondisi alam Indonesia yang banyak terdapat sungai -sungai dengan debit air yang cukup besar, sehingga secara berangsur - angsur pembangkit listrik tenaga thermis beralih ke tenaga air.
Adapun pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air telah dioperasikan tahun 1917 yaitu di Giringan - Madiun, kemudian PLTA Tes di Bengkulu pada tahun 1920, PLTA Plengan di Priangan ( Jawa Barat ) tahun 1922, dan PLTA Bengkok serta PLTA Dago kedua - duanya berada di Bandung Utara tahun 1923.

Pada jaman pendudukan Belanda umumnya perusahaan listrik di Indonesia dikelola oleh perusahaan - perusahaan swasta. Perusahaan yang paling besar diantaranya NIGEM, yang kemudian berganti nama menjadi OGEM, ANIEM dan GEBEO. Sedangkan jawatan tenaga air s'Lands Waterkracht Bedryven ( LWB ) pada masa itu atau mungkin PU Pengairan kalau sekarang, membangun dan mengoperasikan beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Izin listrik atau konsesi dari perusahaan - perusahaan listrik swasta yang dimulai tahun 1954 secara berangsur - angsur menjadi tidak berlaku dan tidak diperpanjang. Kemudian secara berangsur - angsur pula dialihkan dan disatukan oleh pemerintah ke dalam Perusahaan Listrik Negara ( PLN ). 

Dalam kehidupan zaman modern seperti sekarang ini, hampir semua peralatan rumah tangga, peralatan kator, peralatan kedokteran, sipil dan militer dan semua yang ada kaitannya dalam kehidupan kita sehari - hari, tak terlepas dari listrik. Bahkan sudah merupakan  kebutuhan vital yang namanya listrik dalam kehidupan kita.
Oleh karena itu, mari kita jaga kelestarian alam ini, yang tentu erat sekali kaitannya dengan masalah kelistrikan.
Demikian sekelumit tentang Sejarah Pembangkit Tenaga Listrik. 

Dikutip dari buku PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK - karangan Abdul Kadir, penerbit Universitas Indonesia tahun 1996. Baca yang lainnya : PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK



DASAR - DASAR LISTRIK

MARI BELAJAR LISTRIK - Definisi listrik menurut admin adalah sesuatu yang bisa dirasakan akan tetapi tidak terlihat ( bagaikan " Cinta " ), maaf itu hanya bercanda. Tapi menurut istilah teknik,
Listrik adalah sebuah energi yang di dalamnya memiliki ion positif (proton) dan ion negatif (elektron), dimana kedua ion tersebut akan terjadi perlawanan apabila terjadi gesekan atau saling bertubrukan. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa energi listrik bisa disalurkan dari satu tempat ke tempat lainnya melalui sebuah penghantar atau konduktor.
Benda yang bisa menghantarkan energi listrik diantaranya : semua jenis logam, dari jenis besi hingga logam mulia, tubuh manusia, atau binatang dan  air.

Adapun besaran -besaran dalam listrik adalah :

No
Besaran
Simbol
Satuan
1
Tegangan
V 
Volt
2
Arus
I
Ampere (A)
3
Daya ( Power )
P
Watt
4
Frequensi
f
Hertz
5
Resistansi
R
Ohm (Ω)
6
Induktansi
L
Henry
7
Kapasitansi
C
Farad

Setelah mengetahui besaran - besaran listrik, maka marilah kita pelajari rumus - rumus kelistrikan.  Di bawah ini lingkaran rumus kelistrikan :

Contoh menghitung daya listrik 3 phase :
 
P = V x I x V3 X Cos Phi
 
 Misalkan V = 380 Volt
                  I = 400 Ampere
      Cos Phi = 0,95
Ditanya :  Berapakah daya terpasang ?
Jawab    :  
P = V x I x V3 x Cos Phi 
   = 380 x 400 x 1,732 x 0,95
   = 250,100 Watt
   = 250,1 KW

Keterangan : Cos Phi = Power Factor ( Faktor Daya ) yaitu sudut antara daya nyata ( S ) dan daya aktif ( P ).
V3 ( akar 3 ) = 1,732

Contoh mengitung besaran listrik untuk 1 phase :

                                                           Rumus dasar : P = V x I

Suatu  rumah dipasang daya 900 VA (istilah awam 900 Watt), tegangan atau Voltase 220 Volt, berapa Ampere MCB yang dipakai ?
Jawab : 
Diketahui P = 900 VA
               V = 220 Volt
Maka I (Ampere nya) = P/I = 900 / 220 = 4   >>> Jadi MCB yang harus dipasang adalah 4 Ampere

Contoh menghitung frekuensi yang berkaitan dengan putaran :

Untuk menghitung besaran - besaran listrik yang lainnya, tinggal pelajari dan masukkan rumus nya.
Selanjutnya, bila kita sudah memahami besaran listrik dan rumus - rumusnya, maka kita bisa menentukan ukuran kabel serta MCB atau sikring yang harus dipakai.

Di bawah ini beberapa contoh kabel serta cara penyambungan  yang biasa dipakai untuk menghantarkan listrik, dimana kabel ini banyak sekali macam, jenis dan ukurannya. Untuk penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.

 Kabel NYM ( pejal )
 Kabel NYY ( pejal )
Kabel NYAF ( serabut )







Ada beberapa macam sambungan kabel yang aman dan dibolehkan, hal ini dilakukan apabila dalam keadaan darurat misalnya kabelnya tidak cukup. Akan tetapi sekarang ini dalam hal  pemasangan sebuah instalasi untuk bangunan rumah sangatlah mudah, tidak perlu ada macam - macam sambungan cukup dengan sambungan ekor babi yang diisolasi dan berada dalam T-Dus. Tapi tak ada salahnya untuk sekedar pengetahuan saja, akan admin berikan contohnya, sebagai berikut :      

1. Sambungan Lurus
Sambungan kabel seperti di atas bisa menahan beban tarikan, misalnya untuk penghantar listrik dari dalam rumah ke POS Ronda dan sebagainya. Perlu diingat, antara sambungan kebel yang satu dengan yang lainnya sebaiknya jangan sejajar untuk menghindari terjadinya short circuit. Kemudian isolasi harus  kuat dan rapih dan diusahakan kedap air.

 2. Sambungan Ekor Babi










Cara mudah untuk mengisolasi sambungan ekor babi tanpa menggunakan lasdop seperti gambar di atas,yaitu dengan pembungkus atau kulit kabel NYM. Cara nya ketika mengupas kabel NYM untuk membuat sambungan, kulit kabel tersebut jangan di belah akan tetapi dipotong melingkar dan  jangan sampai tembus ke inti kabel, kemudian ditarik sambil diputar. Nah kulit kabel tersebut bisa berfungsi sebagai pengganti lasdop, setelah sebelumnya dibungkus pakai isolasi band. Bisa dibuktikan hasilnya.

3. Intersection 











Sambungan seperti di atas biasanya digunakan untuk instalasi cahaya sebuah rumah. Pada era 80 an instalasi cahaya masih menggunakan kabel NYA atau NGA, maka sambungan seperti ini sering digunakan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kabel jenis NYA atau NGA sudah jarang yang menggunakan. Hampir semua instalatir atau yang pasang sendiri pada era sekarang sudah beralih ke kabel jenis NYM atau NYY.
Mungkin itu yang bisa admin sajikan, sampai ketemu di pembahasan yang lainnya.
Selanjutnya, silahkan baca/pelajari Instalasi Cahaya...




INSTALASI CAHAYA

MARI BELAJAR LISTRIK - Kelistrikan memang tidak terlepas dari sisi kehidupan kita di era modern ini. Seperti yang sudah lebih dulu di bahas adalah instalasi tenaga baik DOL ataupun Star Delta. Sekarang mari kita belajar instalasi cahaya. Instalasi cahaya  artinya sebuah rangkaian atau sirkit yang terdiri dari rangkaian kontrol, pengawatan dan beban. Adapun beban yang dimaksud di sini adalah lampu penerangan. Jadi setelah rangkaian kontrol dan pengawatan selesai di rakit atau dipasang, nah selanjutnya adalah pembebanan yakni dengan lampu - lampu penerangan.

Sebelum kita melangkah ke praktik instalasi cahaya, mari kita kenal terlebih dahulu urutan pemasangan instalasi untuk sebuah rumah tinggal, dari mulai tiang TR ( Tegangan Rendah 220 V ) sampai ke kWH meter, hingga instalasi di dalam rumah. Perlu diketahui, area dari tiang TR sampai dengan kWH meter adalah wewenang PLN. Sedangkan dari Fuse box atau panel mcb sampai dengan rangkaian instalasi adalah area konsumen. Namun perlu diingat, bahwa pemasangan instalasi baik untuk rumah tinggal ataupun bangunan lainnya harus dikerjakan oleh profesional ( yang faham di bidangnya ). Karena pekerjaan ini termasuk pada kategori High Risk ( beresiko tinggi ).

Perlu diingat dalam pekerjaan apapun termasuk dalam pekerjaan instalasi cahaya ini, safety harus selalu diperhatikan. Seperti halnya APD ( alat pelindung diri ) yang diperlukan dalam pekerjaan listrik jangan dianggap spele. Minimal kita mengenakan sepatu yang tahan setrum ( safety shoes ), karena ini menyangkut dengan keselamatan diri kita yang melakukan pekerjaan tersebut.

Selanjutnya mari kita mengenal komponen  atau bahan yang diperlukan untuk instalasi dari tiang TR sampai dengan kWH meter.
- Kabel Twist 2 x 10 sq mm ( ukuran sesuai kebutuhan ) secukupnya
- Tap connector 2 pcs
- Strain clamp untuk kabel twist 2 pcs
- Strain hook clamp 2 pcs ( satu untuk di tiang, satu lagi di duck standard )
- Duck standard ( Pipa galvanis 1 1/4" , Infuring keramic, Klem pipa 1 1/4" )
- kWH meter 1 phase
- Kawat BC 6 sqmm ( sesuai kebutuhan ) secukupnya
- Probe / pipa galvanis 1/2" ( sebaiknya berbahan logam tahan karat dan berpenghantar bagus ) untuk        pentanahan paling sedikit 50 cm jika tanahnya lembab.

Sedangkan komponen atau bahan - bahan yang diperlukan untuk lanjutan pemasangan instalasi di dalam rumah :
- Kabel NYM 2,5 sqmm
- Box Sikring / Box Panel MCB
- MCB, Ampere dan jumlah sesuai kebutuhan
- Isolasi listrik
- Klem kabel disesuaikan dengan ukuran luar kabel
- T Dus ( ukuran sesuai kebutuhan )
- Dus inbow
- Pipa conduit
- Plafon Fitting
- Sakelar engkel / serie
- Stop Contact
- Paku 5 cm secukupnya
- Cable ties ( untuk pemasangan pada rangka baja )

Adapun alat - alat kerja yang lajim dipergunakan pada pekerjaan pemasangan instalasi listrik untuk rumah tinggal adalah :
- Tang kombinasi
- Tang Potong
- Pisau Cutter
- Obeng min ( - )
- Obeng Plus ( + )
- Palu / Martil kecil
- Gergaji besi

Setelah anda menyiapkan semua kebutuhan baik alat maupun komponen, maka langkah selanjutnya mari kita praktik pemasangan instalasi cahaya. Adapun contoh denah rumah dan gambar instalasinya adalah :


Sekarang anda sudah tahu, dari mualai komponen sampai alat kerja dan sebuah denah rumah dengan gambar instalasinya, lalu silahkan coba praktikkan. Semoga anda menjadi instalatir professional dan sukses, aamiin.

RANGKAIAN STAR DELTA

Seperti pembahasan terdahulu yakni Instalasi Tenaga , nah sekarang saya akan share buat sobat pembaca masih mengenai instalasi tenaga ( bagian ke dua). Bedanya,  kalau  bahasan yang terdahulu  instalasi tenaga untuk rangkaian DOL ( direct on line ), kalau yang sekarang ( part 2 ) mengenai Rangkaian Star Delta.

Tentu sobat pembaca sudah banyak yang tahu seperti apa dan untuk apa rangkaian star delta atau bintang - segitiga, namun tak ada salahnya bila saya suguhkan kembali pengetahuan listrik yang satu ini.
Rangkaian star delta adalah sebuah rangkaian kontrol untuk menjalankan motor 3 Phase, bisa menggunakan timer ataupun tanpa timer. Rangkaian ini biasa dipakai untuk mengoperasikan mesin - mesin yang bertenaga besar, seperti pompa hydraulic, pompa air, mesin crusher, screw compressor dan sebagainya. Kenapa harus menggunakan rangkaian star delta ? Sederhana saja, tujuannya adalah untuk efisiensi yakni meredam arus kejut saat motor mulai loading. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk posisi star menuju ke delta ? Tidak perlu lama - lama, idealnya cukup antara 3 - 5 detik saja sudah meredam arus kejut.

Seperti biasa saya ingatkan jangan lupa berdoa dan perhatikan safety, prinsip safety first ( "Utamakan Keselamatan " ) harus selalu tertanam dalam diri kita.

Sebelum kita mulai praktek membuat rangkaian kontrol star - delta, sebaiknya kita siapkan dulu komponen yang diperlukan serta alat - alat kerjanya. Di bawah ini komponen yang diperlukan untuk sebuah rangkaian star - delta :

    - MCB 1 phase / 2 A            = 1 EA  ( control )
    - Contactor                           = 3 EA  ( line, star, delta )
    - Thermal Overload               = 1 EA  ( line & control )
    - Timer + socket                   =  1EA
    - Push Button Emergency      = 1 EA
    - Push Button ON ( green )   = 1 EA
    - Push Button OFF ( Red )    = 1 EA
    - Lampu Pilot Star - Delta ( Green )   = 2 EA
    - Lampu Pilot OFF ( Red )    = 1 EA
    - Mounting Rail
    - Cable duck
    - Terminal block
    - Kabel NYAF 1 x 0,75 sqmm
    - Scoon Y 1,5 mm
    - Cable marking
    - Kabel Power ( misalnya : NYY 4 x 6 sqmm )
    - Motor Listrik 3 Phase

Sedangkan alat - alat kerja yang diperlukan adalah :

    - Tang Kombinasi
    - Tang Lancip
    - Tang potong
    - Obeng ( + )
    - Obeng ( - )
    - Pisau Cutter
    - Tang Scoon
    - Gergaji besi ( bila perlu )

Apabila semua sudah disiapkan baik komponen maupun alat - alat kerja, sekarang kita mulai praktek mermbuat rangkaian star delta. Namun sebagai panduan kita masih memerlukan gambar rangkaian kontrol, adapun gambar rangkaian star delta adalah sebagai berikut :


















Selamat mencoba, jangan putus asa kalau anda gagal, karena sesungguhnya gagal itu adalah cermin dari keberhasilan, kalau anda mau terus mencoba tentunya.


RAGKAIAN DIRECT ON LINE ( DOL )

Sobat pembaca  yang budiman, saya  bernaksud ingin mengamalkan sedikit ilmu listrik yang biasa kita jumpai dalam kehidupan kita sehari - hari, walaupun ilmu ini hasil dari belajar secara autodidak  mudah - mudahan bermanfaat bagi kita semua, aamiin...
Sobat semua tentu sudah tahu apa itu instalasi tenaga, yang dimaksud instalasi tenaga disini adalah suatu rangkaian  atau pengawatan untuk mengoperasikan sebuah motor listrik. Ada beberapa macam rangkaian untuk berbagai  aplikasi penggunaan motor listrik. Diantaranya yaitu rangkaian direct on line, star delta, reverse-forward dan lain - lain. Sebelum rekan - rekan mecoba mempraktekannya, ada baiknya  mengenal terlebih dahulu apa saja sih komponen yang diperlukan untuk sebuah rangkaian instalasi tenaga DOL misalnya.

1. Untuk rangkaian  Direct On Line ( DOL ), komponen yang diperlukan adalah :

    - MCB 3 phase                     = 1 EA  ( line )
    - MCB 1 phase / 2 A            = 1 EA  ( control )
    - Contactor                           = 1 EA  ( line  & control )
    - Thermal Overload               = 1 EA  ( line & control )
    - Push Button Emergency      = 1 EA  
    - Push Button ON ( green )   = 1 EA
    - Push Button OFF ( Red )    = 1 EA
    - Lampu Pilot ON ( Green )   = 1 EA
    - Lampu Pilot OFF ( Red )    = 1 EA
    - Mounting Rail
    - Kabel NYAF 1 x 0,75 sqmm
    - Scoon Y 1,5 mm
    - Kabel Power
    - Motor Listrik


                
Rasanya  rangkaian instalasi tenaga kita tidak akan terwujud apabila  tidak dilengkapi dengan alat kerja yang memadai, kira - kira apa saja  alat kerja yang diperlukan ? Untuk alat - alat kerja tentu rekan - rekan sudah pada tahu, tapi tidak ada salahnya bila saya kasih tahu, ya nggak... Alat kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut :

    - Tang Kombinasi
    - Tang Lancip
    - Tang potong
    - Obeng ( + )
    - Obeng ( - )
    - Pisau Cutter
    - Tang Scoon
    - Gergaji besi ( bila perlu )

Gambar Komponen dan alat kerjanya seperti di bawah ini :

                  


Nah setelah semua lengkap, baik komponen maupun alat kerja kita tinggal praktek saja. Namun bagi kita sebagai pemula mungkin masih kurang lengkap kalau wiring diagramnya belum ada. Di bawah ini adalah sebuah  gambar rangkaian Direct On Line ( DOL ).



Karakteristik Bahan Penghantar Listrik


Bagi sobat yang sering berkecimpung di bidang kelistrikan tentu sudah tahu, bahwa untuk pelaksanaan penyaluran energi listrik dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berupa saluran udara dan saluran bawah tanah. Pada saluran Udara, terutama hantaran udara telanjang biasanya banyak menggunakan kawat penghantar yang terdiri atas: kawat tembaga telanjang BCC ( Bare Cooper Cable), Aluminium telanjang  AAC ( All Aluminium Cable), Campuran yang berbasis aluminium (Al-Mg-Si), Aluminium berinti baja ( ACSR =  Aluminium Cable Steel Reinforced) dan Kawat baja yang berisi lapisan tembaga (Cooper Weld).

Adapun pada saluran kabel tanah, biasanya banyak menggunakan kabel dengan penghantar jenis tembaga dan aluminium, perkembangan yang sangat dominan pada saluran kabel tanah adalah dari sisi bahan isolasinya, dimana pada saat awal banyak menggunakan isolasi berbahan kertas dengan perlindungan mekanikal berupa timah hitam, kemudian menggunakan minyak ( jenis kabel ini dinamakan GPLK atau Gewapend Papier Lood Kabel yang merupakan standar belanda dan NKBA atau Normal Kabel mit Bleimantel Aussenumheullung yang merupakan standar jerman, dan jenis bahan isolasi yang terkini adalah isolasi buatan berupa PVC (Polyvinyl Chloride) dan XLPE (Cross-Linked Polyethylene). Jenis bahan isolasi PVC dan XLPE pada saat ini telah berkembang pesat dan merupakan bahan isolasi yang andal.


Di waktu - waktu yang lalu, bahan yang banyak digunakan untuk saluran listrik adalah jenis tembaga (Cu). Namun karena harga tembaga yang tinggi dan tidak stabil bahkan cenderung naik, aluminium mulai dilirik dan dimanfaatkan sebagai bahan kawat saluran listrik, baik saluran udara maupun saluran kabel tanah. Selain itu, kabel yang berbahan kawat tembaga, rawan sekali terhadap pencurian  karena harganya yang mahal dan bahannya bisa  dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai produk lain.


Dibawah ini beberapa ikhtisar mengenai berbagai jenis logam atau campurannya yang dipakai untuk kawat saluran listrik, yaitu :
• Tembaga elektrolitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi, baik mengenai daya hantar listrik maupun mengenai sifat-sifat mekanikal.



• Bronz, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun memiliki daya hantar listrik yang rendah. Sering dipakai untuk kawat pentanahan.

• Aluminium, yang memiliki kelebihan karena materialnya ringan sekali. Kekurangannya adalah daya hantar listrik agak rendah dan kawatnya sedikit kaku. Harganya sangat kompetitif. Karenanya merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan bahwa secara praktis kini mulai lebih banyak digunakan untuk instalasi-instalasi listrik arus kuat yang baru dari pada menggunakan tembaga.

• Aluminium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai ACSR (Aluminium Cable Steel Reinforced), suatu kabel penghantar aluminium yang dilengkapi dengan unit kawat baja pada inti kabelnya. Kawat baja itu diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel. ACSR ini banyak digunakan untuk kawat saluran hantar udara.

• Aldrey, jenis kawat campuran antara aluminium dengan silicium (konsentrasinya sekitar 0,4 % – 0,7 %), Magnesium (konsentrasinya antara 0,3 % - 0,35 %) dan ferum (konsentrasinya antara 0,2 % - 0,3 %). Kawat ini memiliki kekuatan mekanikal yang sangat besar, namun daya hantar listriknya agak rendah.

• Cooper-weld, suatu kawat baja yang disekelilingnya diberi lapisan tembaga.

• Baja, bahan yang paling banyak digunakan sebagai kawat petir dan juga sebagai kawat pentanahan.
Berdasarkan ikhtisar diatas, dapat dikatakan bahwa bahan yang terpenting untuk saluran penghantar listrik adalah tembaga dan aluminium, sehingga kedua bahan tersebut banyak digunakan sebagai kawat pengantar listrik, baik saluran hantar udara maupun kabel tanah.

Semoga bermanfaat, MHY


Sumber: “Distribusi dan Utilisasi Tenaga Listrik” – Abdul Kadir.

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


MARI BELAJAR LISTRIK - Seperti kita ketahui bahwa perkembangan  perlistrikan khususnya di bidang pembangkit tenaga listrik  di Indonesia semakin pesat. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang tidak bisa dipungkiri telah membawa kita ke era ini.
Beraneka macam sumber sebagai media untuk membangkitkan tenaga  listrik di negeri yang kaya raya ini. Seperti ; tenaga air, diesel,  angin , gas bumi, gas buatan ( bio gas dan lain - lain ), bahkan untuk memenuhi kebutuhan listrik berdaya kecil banyak pula yang menggunakan tenaga surya ( solar cell ). Namun apapun tenaga penggeraknya, semua pembangkit listrik tak luput dari GENERATOR, kecuali solar cell.

GENERATOR

Generator adalah suatu mesin yang merubah tenaga mekanik ( energi kinetik ) menjadi tenaga listrik.
Ada dua jenis generator yaitu :

1. Generator DC
    Bagian - bagian penting dari generator DC adalah :
     a. Stator ( bagian yang diam ) termasuk :
         - Kumparan kutub magnet utama ( stator winding )
         - Carbone Brush ( sikat arang )
         - Gandar ( penyangga kutub magnet )

     b. Rotor ( bagian yang berputar ), termasuk :

         - Inti Jangkar ( angkur )
         - Lilitan jangkar ( Anchor winding )
         - Poros jangkar dan lamel - lamel

2. Generator AC 1 Fasa

Generator AC atau generator arus bolak - balik atau biasa disebut juga alternator, pada dasarnya prinsip kerja generator AC dengan generator DC sama, yaitu menghasilkan tenaga listrik setelah melalui proses induksi magnetik. Orang yang pertamakali mebuat konsep tentang generator listrik adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Inggeris, yakni Michael Faraday.

Dasar teori adanya proses induksi magnetik pada sebuah generator yaitu :
Apabila medan magnet baik magnet tetap ( permanent magnet ) ataupun magnet buatan ( dua pasang kutub atau lebih ) bila diinduksikan pada kumparan lain dengan kecepatan putaran yang konstan, maka pada kedua ujung  kumparan yang terinduksi tadi akan timbul GGL ( Gaya Gerak Listrik ) yang konstan juga. Besar kecilnya GGL yang dihasilkan tergantug dari : 
- Jumlah konduktor ( kumparan )
- Cepat atau lambatnya putaran

Teori ini berawal  dari prinsip  : " Apabila sebuah penghantar ( konduktor ) di aliri arus listrik, maka sekitar penghantar itu akan timbul medan magnet.


Adapun arah gaya listrik yang ditimbulkan pada kedua ujung kumparan ( konduktor ) tadi, kita bisa melihat pada kaidah tangan kanan  Fleming.


Beberapa karakter generator AC 1 Fasa :

1. Pada generator AC tidak terdapat komutator ( lamel - lamel )

2. Pengambilan arus dari lilitan rotor melalui cincin seret ( slip ring ) untuk generator AC 1 Fasa
    berkutub luar
3. Pengambilan arus melalui kumparan stator untuk generator berkutub dalam
4. Arus yang dikeluarkan menghasilkan frequensi dengan bentuk gelombang sinus 
5. Tegangan ( Voltage ) yang dikeluarkan umumnya 110 V atau 220 V

Perhatikan gambar prinsip kerja generator :
Sedikit gambaran mengenai mesin pembangkit  listrik ini mudah mudahan ada manfaatnya buat kita semua. Belajarlah selagi kita masih diberikan umur, karena sesungguhnya belajar itu tidak mengenal batasan usia.